Tampilkan postingan dengan label Basis Data Terdistribusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basis Data Terdistribusi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Juli 2013
KONSEP DAN RANCANGAN BASIS DATA TERDISTRIBUSI
DEFINISI
Basis Data Terdistribusi adalah kumpulan data logic yang saling berhubungan
secara fisik terdistribusi
dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari program aplikasi sekarang maupun masa yang akan datang.
File merupakan kumpulan data yang dirancang untuk suatu aplikasi atau sekumpulan aplikasi yang dekat hubungannya.
Contoh Basis Data Terdistribusi
- Misalnya sebuah bank yang memiliki banyak cabang, bahkan di sebuah kota bisa terdiri dari beberapa cabang/kantor.
- Masing-masing lokasi memiliki jaringan lokal sendiri, dan semua jaringan lokal itu dihubungkan satu sama lain membentuk sebuah jaringan nasional.
Selengkapnya download disini
Terimakasih ^^
Laporan BDT Algoritma C4.5
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Di
dalam kehidupan manusia sehari-hari, manusia selalu dihadapkan oleh berbagai
macam masalah dari berbagai macam bidang. Masalah-masalah yang dihadapi oleh
manusia memiliki tingkatkesulitan dan kompleksitas yang sangat bervariasi,
mulai dari masalah yang teramat sederhana dengan sedikit faktor-faktor yang
terkait, sampai dengan masalah yang sangat rumit dengan banyak sekali
faktor-faktor yang terkait dan perlu untuk diperhitungkan.Untuk menghadapi
masalah-masalah ini, manusia mulai mengembangkan sebuah sistem yang dapat
membantu manusia agar dapat dengan mudah mampu untuk menyelesaikan
masalah-masalah tersebut.
Kami
menggunakan Algoritma C4.5 dalam pengolahan data mahasiswa STMIK Palangka Raya.
Sedangkan untuk membuat pohon keputusannya kami menggunakan aplikasi WEKA dengan algoritma J48. Adapun
pohon keputusan ini adalah sebuah jawaban akan sebuah sistem yang harus di
kembangkan untuk membantu mencari dan membuat keputusan dalam masalah-masalah
tersebut dan dengan memperhitungkan berbagai macam faktor yang ada di dalam
lingkup masalah tersebut. Dengan pohon keputusan, manusia dapat dengan mudah
mengidentifikasi dan melihat hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi
suatu masalah dan dapat mencari penyelesaian terbaik dengan memperhitungkan
faktor-faktor tersebut.
Dalam
pengolahan data ini kami mengklasifikasikan data mahasiswa STMIK Palangka Raya
menjadi beberapa atribut yaitu nomor urut, jenis kelamin, jurusan, kelas, dan
agama. Namun, nilai hasil yang akan kami kemukaan dalam analisis ini adalah
membuat pohon keputusan mengenai mayoritas agamanya sehingga atribut agama
dicantumkan sebagai atribut hasil.
B.
RUMUSAN MASALAH
Dalam analisis ini, masalah pokok yang akan kami
ungkapkan adalah mengetahui agama apa yang menjadi mayoritas dalam lingkungan
STMIK Palangka Raya berdasarkan data mahasiswa. Secara lebih khusus masalah
penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1.
Bagaimana cara menemukan mayoritas agama yang dimiliki oleh
mahasiswa STMIK Palangka Raya dengan algoritma C4.5 berdasarkan atribut kelas,
jurusan, jenis kelamin, dan nomor urut?
2.
Bagaimana cara membuat pohon keputusannya menggunakan
algoritma J48 dan seperti apa tampilan pohonnya?
C.
TUJUAN DAN MANFAAT
Analisis ini bertujuan untuk:
1.
Mengetahui mayoritas agama di lingkungan STMIK Palangka Raya
berdasarkan data mahasiswa.
2.
Memberikan tampilan desicion
tress mayoritas agama mahasiswa STMIK Palangka Raya.
Manfaat dari
analisis ini adalah:
1.
Memberi kemudahan dalam mengambil keputusan tentang mayoritas
agama di STMIK Palangka Raya
2.
Hasil pemaparan analisis ini dapat dijadikan bahan
pembelajaran bagi rekan-rekan pembaca agar dapat memahami proses pengolahan
pohon keputusan dengan algoritma C4.5
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
POHON KEPUTUSAN (DECISION TRESS)
1. Sejarah Pohon Keputusan
Di
dalam kehidupan manusia sehari-hari, manusia selalu dihadapkan oleh berbagai
macam masalah dari berbagai macam bidang. Masalah-masalah yang dihadapi oleh
manusia memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas yang sangat bervariasi,
mulai dari masalah yang teramat sederhana dengan sedikit faktor-faktor yang
terkait, sampai dengan masalah yang sangat rumit dengan banyak sekali
faktor-faktor yang terkait dan perlu untuk diperhitungkan. Untuk menghadapi
masalahmasalah ini, manusia mulai mengembangkan sebuah sistem yang dapat
membantu manusia agar dapat dengan mudah mampu untuk menyelesaikan
masalah-masalah tersebut.
Adapun
pohon keputusan ini adalah sebuah jawaban akan sebuah sistem yang manusia
kembangkan untuk membantu mencari dan membuat keputusan untuk masalah-masalah
tersebut dan dengan memperhitungkan berbagai macam faktor yang ada di dalam
lingkup masalah tersebut. Dengan pohon keputusan, manusia dapat dengan mudah
mengidentifikasi dan melihat hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi
suatu masalah dan dapat mencari penyelesaian terbaik dengan memperhitungkan
faktor-faktor tersebut.
Pohon
keputusan ini juga dapat menganalisa nilai resiko dan nilai suatu informasi
yang terdapat dalam suatu alternatif pemecahan masalah. Peranan pohon keputusan
sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan (decision support tool)
telah dikembangkan oleh manusia sejak perkembangan teori pohon yang dilandaskan
pada teori graf. Kegunaan pohon keputusan yang sangat banyak ini membuatnya
telah dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai macam sistem pengambilan
keputusan.
Selengkapnya download disini
Terimakasih ^^
Selengkapnya download disini
Terimakasih ^^
FRAGMENTASI, ALOKASI DAN REPLIKASI
FRAGMENTASI, ALOKASI DAN REPLIKASI
Fragmentasi, alokasi dan replikasi apaan sii???
hehe, mungkin dari beberapa temen2 ada yang belum tau tentang ketiga istilah ini. Tapi buat temen2 PTI UM yang lagi nyari tugas BDT pasti tau. Fragmentasi, alokasi dan replikasi merupakan faktor-faktor yang dianjurkan untuk digunakan pada basis data terditribusi. Nih, aku ada sedikit penjelasan mengenai ketiga istilah itu.
1. FRAGMENTASI
Dalam basis data terdistribusi, fragmentasi dilakukan pada relasi-relasi yang ada pada basis data. Fragmentasi membagi suatu relasi yang ada menjadi sejumlah fragmen atau pecahan relasi yang tetap mempertahankan keutuhan informasi semula. Kelebihan dari fragmentasi, yang menjadi alasan dilakukannya adalah dimungkinkannya pemrosesan data secara paralel dan penempatan tupel relasi, yang berisi sejumlah informasi, pada tempat yang tepat, yaitu yang paling membutuhkannya. Fragmentasi sendiri terbagi atas empat jenis, yaitu:
* primary horizontal: sebuah relasi R(A1, …, An) difragmentasi berdasarkan himpunan predikat-predikat relasi PR = {p1, …, pn}. Tiap-tiap predikat merupakan perbandingan yang digunakan dalam aljabar relasional, yang dapat melibatkan operator perbandingan =, ?, <, atau >.
* derived horizontal: pembuatan partisi suatu relasi R berdasarkan partisi yang dibuat pada relasi lain, misalkan S. Satu atau beberapa atribut di R mengacu kepada primary key pada S.
* vertical: fragmentasi ini dilakukan dengan memisah-misahkan atribut-atribut dari skema relasi R ke dalam skema-skema Ri. Setiap fragmen relasi harus memiliki primary key relasi asli.
* hybrid: fragmentasi yang mempunyai pola campuran dari ketiga relasi di atas
Ilustrasi Fragmentasi
Misalkan ada dua relasi sebagai berikut:
PEGAWAI(NoPeg, NamaPeg, Posisi, Gaji, NoDep)
DEPT(NoDep, NamaDep, Lokasi)
Contoh fragmentasi untuk tiga jenis fragmentasi yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berikut:
* dalam fragmentasi primary horizontal, dimisalkan ada himpunan predikat yang diakses oleh aplikasi yang berbeda. Satu aplikasi memperoleh informasi pegawai dengan posisi DBAdmin, sementara aplikasi lainnya memperoleh informasi pegawai dengan gaji lebih besar dari Rp 15 juta. Predikat sederhana dapat dinyatakan dalam himpunan sbb: . Selanjutnya, predikat-predikat dapat dinyatakan ke dalam himpunan dari minterm, yaitu . Selanjutnya, predikat-predikat dapat dinyatakan ke dalam himpunan dari minterm, yaitu sebagai berikut
o m1 = Posisi = ‘DBAdmin’ ^ Gaji > 15000000
o m2 = Posisi ? ‘DBAdmin’ ^ Gaji > 15000000
o m3 = Posisi = ‘DBAdmin’ ^ Gaji = 15000000
o m4 = Posisi ? ‘DBAdmin’ ^ Gaji = 15000000
* dalam fragmentasi derived horizontal, misalkan DEPT dipartisi berdasarkan predikat Lokasi = ‘Bandung’, sehingga ada dua partisi
DEPT1 = sLokasi = ‘Bandung’(DEPT)
DEPT2 = sLokasi ? ‘Bandung’(DEPT)
sementara, itu PEGAWAI dipartisi berdasarkan partisi DEPT sebagai berikut:
PEGAWAIi PEGAWAI left outer join DEPTi
* dalam fragmentasi vertical, relasi PEGAWAI(NoPeg, NamaPeg, Posisi, Gaji, NoDep) difragmentasi ke dalam fragmen relasi PEGAWAI1(NoPeg, NamaPeg, Gaji) dan PEGAWAI2(NoPeg, Posisi, NoDep).
Ketepatan Fragmentasi
Fragmentasi dikatakan tepat apabila memenuhi syarat-syarat berikut:
* kelengkapan: dekomposisi relasi R ke dalam fragmen-fragmen R1, …, Rn dikatakan lengkap jika setiap tupel R dapat ditemukan dalam fragmen Ri mana pun.
* rekonstruksi: jika relasi R terdekomposisi ke dalam fragmen-fragmen R1, …, Rn, terdapat operator relasional sedemikian sehingga .
* disjoint: jika sebuah relasi R dipartisi, sebuah tupel dalam R, jika ditemukan dalam fragmen Ri, tidak akan ditemukan dalam fragmen Rj dengan i ? j.
2. ALOKASI
Dalam basis data terdistribusi, alokasi mengacu kepada distribusi data ke tempat yang optimal. Ada tiga aspek dalam memastikan alokasi menjadi optimal, antara lain
* biaya minimal, yang mencakup aspek komunikasi, penyimpanan, dan pemrosesan (pembacaan dan update); biaya mengacu pada waktu dan biaya jaringan
* kinerja, yang mencakup waktu respons dan throughput
* konstrain pemrosesan dan penyimpanan per situs (tempat menyimpan data)
Alokasi – Kebutuhan Informasi
Untuk dapat mengalokasikan basis data terdistribusi secara optimal, dibutuhkan informasi-informasi tentang sistem sebagai berikut:
* informasi basis data
o skema konseptual basis data dan jumlah situs tersedia
o jumlah, ukuran, dan selektivitas fragmen per relasi global
* informasi aplikasi
o jumlah query aplikasi
o rata-rata jumlah akses baca dariquery ke dalam sebuah fragmen
o rata-rata jumlah akses update dari query ke dalam sebuah fragmen
o matriks yang menunjukkan query mana yang meng-update dan/atau membaca fragmen tertentu
o situs asal tiap-tiap query dijalankan
* informasi situs
o unit cost penyimpanan data dalam satu situs
o unit cost pemrosesan data dalam satu situs
* informasi jaringan
o komunikasi antara dua situs, mencakup antara lain bandwidth dan tunda (latency)
3. REPLIKASI
Sistem basis data terdistribusi dapat menyimpan duplikat dari data yang sama dalam site yang berbeda agar perolehan informasi yang semakin cepat dan toleransi kesalahan. Proses ini disebut replikasi. Replikasi pada relasi bersifat redundan pada dua atau lebih situs.
Replikasi pada relasi disebut replikasi penuh bila relasi tersebut disimpan pada semua situs. Basis data disebut redundan penuh jika tiap-tiap site mengandung duplikat dari keseluruhan basis data.
Replikasi dilakukan karena memiliki kelebihan sebagai berikut:
* jika situs asli yang menyimpan relasi R mengalami kegagalan, relasi R tetap dapat diakses melalui replikanya
* query pada relasi R dapat berjalan secara paralel di simpul (situs) yang berbeda
* lebih sedikit transfer data, yaitu tidak perlu lagi mengambil data suatu relasi melalui jaringan karena sudah ada replika dalam situs lokal.
Namun, proses replikasi juga memiliki kelemahan, antara lain
* proses update yang lebih rumit karena setiap replika relasi R harus di-update.
* kendali atas konkurensi yang lebih rumit karena update terhadap replika secara konkuren dapat menyebabkan basis data menjadi tidak konsisten sehingga diperlukan mekanisme khusus dalam penanganan konkurensi.
Sementara itu, dalam melakukan replikasi, ada dua strategi, yaitu
* sinkron: sebelum seluruh proses transaksi update dinyatakan selesai, data yang telah dimodifikasi disinkronkan ke setiap duplikatnya; proses ini harus menunggu hingga data di tempat penyimpanan duplikat selesai ditulis sebelum dilakukan perubahan lainnya sehingga menjadi lebih kompleks
* asinkron: copy data diperbaharui secara periodik berdasarkan data utama yang diperbaharui; proses penulisan data selesai tanpa perlu menunggu penulisan data di tempat penyimpanan duplikat selesai; proses ini memang meningkatkan kinerja sistem namun risikonya, inkonsistensi data bisa terjadi.
Jaringan Komputer
Pendahuluan
Perkembangan
teknologi komputer meningkat dengan cepat, hal ini terlihat pada era
tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan teka-teki yang ingin
dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988 jaringan komputer
mulai digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan,
sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide internet telah
menjadi realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini.
Selain
itu, perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-benar
berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari
kabel koaxial, kini banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel.
Sebelum
lebih banyak lagi dijelaskan mengenai jaringan komputer secara teknis,
pada bab pendahuluan ini akan diuraikan terlebih dahulu definisi
jaringan komputer, manfaat jaringan komputer, ddan macam jaringan
komputer.
1.1 Definisi Jaringan Komputer
Dengan
berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer
tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi
kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan
tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti
ini disebut jaringan komputer (computer network).(1)
Dalam buku ini kita akan menggunakan istilah jaringan komputer untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer yang autonomous. Dua
buah komputer dikatakan terinterkoneksi bila keduanya dapat saling
bertukar informasui. Betuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga
saja melainkan dapat emnggunakan serat optik, gelomabng mikro, atau
satelit komunikasi.
Untuk memahami istilah jaringan komputer sering kali kita dibingungkan dengan sistem terdistribusi (distributed system).
Kunci perbedaannya adalah bahwa sebuah sistem terdistribusi,keberadaan
sejumlah komputer autonomous bersifat transparan bagi pemakainya.
Seseorang dapat memberi perintah untuk mengeksekusi suatu program, dan
kemudian program itupun akan berjalan dan tugas untuk memilih prosesor,
menemukan dan mengirimkan file ke suatu prosesor dan menyimpan hasilnya
di tempat yang tepat mertupakan tugas sistem operasi. Dengan kata lain,
pengguna sistem terditribusi tidak akan menyadari terdapatnya banyak
prosesor (multiprosesor), alokasi tugas ke prosesor-prosesor, alokasi
f\ile ke disk, pemindahan file yang dfisimpan dan yang diperlukan, serta
fungsi-fungsi lainnya dari sitem harus bersifat otomatis.
Pada
suatu jaringan komputer, pengguna harus secara eksplisit log ke sebuah
mesin, secara eksplisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara
eksplisity memindahkan file-file dan menangani sendiri secara umum
selusurh manajemen jaringan. Pada sistem terdistribusi, tidak ada yang
perlu dilakukan secara eksplisit, sermunya sudah dilakukan secara
otomatis oleh sistem tanpa sepengetahuan pemakai.
Dengan
demikian sebuah sistem terdistribusi adalah suatu sistem perangkat
lunak yang dibuat pada bagian sebuah jaringan komputer. Perangkat
lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jarimngan
yang bersangkutan. Karena itu perbedaan jaringan dengan sistem
terdistribusi lebih terletak pada perangkat lunaknya (khususnya sistem
operasi), bukan pada perangkat kerasnya.
1.2 Manfaat Jaringan Komputer
Sebelum
membahas kita masalah-masalah teknis lebih mendalam lagi, perlu
kiranya diperhatikan hal-hal yang membuat orang tertarik pada jaringan
komputer dan untuk apa jaringan ini digunakan. Manfaat jaringan komputer
bagi manusia dapat dikelompokkan pada jaringan untuk perusahaan,
jaringan untuk umum, dan masalah sosial jaringan.
1.1.1 Jaringan untuk perusahaan/organisasi
Dalam
membangun jaringan komputer di perusahaan/ organisasi, ada beberapa
keuntungan yang dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing,
reliabilitas tinggi, lebih ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi.
Resource sharing bertujuan
agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh
setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi
resource dan pemakai. jadi source sharing adalah suatu usaha untuk
menghilangkan kendala jarak.
Dengan menggunakan jaringan komputer akan memberikan reliabilitas tinggi
yaitu adanya sumber-sumber alternatif pengganti jika terjadi masalah
pada salah satu perangkat dalam jaringan, artinya karena perangkat yang
digunakan lebih dari satu jika salah satu perangkat mengalami masalah,
maka perangkat yang lain dapat menggantikannya.
Komputer
yang kecil memiliki rasio harga/kinerja yang lebih baik dibanding
dengan komputer besar. Komputer mainframe memiliki kecepatan kurang
lebih sepuluh kali lipat kecepatan komputer pribadi, akan tetapi harga
mainframe seribu kalinya lebih mahal. Dengan selisih rasio harga/kinerja
yang cukup besar ini menyebabkan perancang sistem memilih membangun
sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi dibanding menggunakan
mainframe.
Yang dimaksud dengan skalabilitas
yaitu kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara
berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambahkan
sejumlah prosesor. Pada komputer mainframe yang tersentralisasi, jika
sistem sudah jenuh, maka komputer harus diganti dengan komputer yang
mempunyai kemampuan lebih besar. Hal ini membutuhkan biaya yang sangat
besar dan dapat menyebabkan gangguan terhadap kontinyuitas kerja para
pemakai.
Sebuah jaringan komputer mampu bertindak sebagai media komunikasi
yang baik bagi para pegawai yang terpisah jauh. Dengan menggunakan
jaringan, dua orang atau lebih yang tinggal berjauhan akan lebih mudah
bekerja sama dalam menyusun laporan.
1.1.2 Jaringan untuk umum
Apa
yang telah diulas di atas bahwa minat untuk membangun jaringan komputer
semata-mata hanya didasarkan pada alasan ekonomi dan teknologi saja.
Bila komputer mainframe yang besar dan baik dapat diperoleh dengan
harga murah, maka akan banyak perusahaan/organisasi yang menggunakannya.
Jaringan
komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada perorangan di
rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan
seperti apa yang telah diulas di atas. Terdapat tiga hal pokok yang
mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu:
§ access ke informasi yang berada di tempat yang jauh
§ komunikasi orang-ke-orang
§ hiburan interaktif.
Ada
bermacam-macam bentuk access ke infomasi jarak jauh yang dapat
dilakukan, terutama setelah berkembangnya teknologi internet ,
berita-berita di koran sekarang dapat di down load ke komputer kita
melalui internet, dan tidak hanya itu sekarang kita dapat melakukan
pemesanan suatu produk melalui internet, bisnis yang dikenal dengan
istilah electronic commerce (e-commerce), ini sekarang sedang berkemang dengan pesat .
Dengan menggunakan internet kita juga dapat melakukan komunikasi orang-ke orang , fasilitas electronic mail (e-mail) telah dipakai secara meluas oleh jutaan orang. Komunikasi menggunakan e-mail ini masih mengandung delay atau waktu tunda.
Videoconference
atau pertemuan maya merupakan teknologi yang memungkinkan terjadinya
komunikasi jarak jauh tanpa delay. Pertemuan maya ini dapat pula
digunakan untuk keperluan sekolah jarak jauh, memperoleh hasil
pemeriksaan medis seorang dokter yang berada di tempat yang jauh, dan
sejumlah aplikasi lainnya.
Video on demand
merupakan daya tarik ketiga dai jaringan komputer bagi orang per orang
dimana kita dapat memilih film atau acara televisi dari negara mana
saja dan kemudian ditampilkan di layar monitor kita.
1.1.3 Masalah sosial jaringan
Penggunaan
jaringan oleh masyarakat luas akan menyebabkan masalah-masalah sosial,
etika, dan politik. Internet telah masuk ke segala penjuru kehidupan
masyarakat, semua orang dapat memanfaatkannya tanpa memandang status
sosial, usia, jenis kelamin. Penggunaan internet tidak akan menimbulkan
masalah selama subyeknya terbatas pada topik-topik teknis, pendidikan
atau hobi, hal-hal dalam batas norma-norma kehidupan, tetapi kesulitan
mulai muncul bila suatu situs di internet mempunyai topik yang sangat
menarik perhatian orang, seperti politik, agama, sex. Gambar-gambar yang
dipasang di situs-situs tersebut mungkin akan merupakan sesuatu yang
sangat mengganggu bagi sebagian orang. Selain itu, bentuk pesan-pesan
tidaklah terbatas hanya pesan tekstual saja. Foto berwarna dengan
resolusi tinggi dan bahkan video clip singkatpun sekarang dapat dengan
mudah disebar-luaskan melalui jaringan komputer. Sebagian orang dapat
bersikap acuh tak acuh, tapi bagi sebgaian lainnya pemasangan materi
tertentu (misalnya pornografi ) merupakan sesuatu yang tidak dapat
diterima.
1.2 Macam Jaringan Komputer
Dalam
mempelajari macam-macam jaringan komputer terdapat dua klasifikasi yang
sangat penting yaitu teknologi transmisi dan jarak. Secara garis besar,
terdapat dua jenis teknologi transmisi yaitu jaringan broadcast dan
jaringan point-to-point
Jaringan broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan.
Pesan-pesan
berukuran kecil, disebut paket, yang dikirimkan oleh suatu mesin akan
diterima oleh mesin-mesin lainnya. Field alamat pada sebuah paket berisi
keterangan tentang kepada siapa paket tersebut ditujukan. Saat menerima
paket, mesin akan mencek field alamat. Bila paket terserbut ditujukan
untuk dirinya, maka mesin akan memproses paket itu , bila paket
ditujukan untuk mesin lainnya, mesin terserbut akan mengabaikannya.
Jaringan point-to-point
terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk
mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket pad ajringan
jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara.
Seringkali harus melalui baynak route yang mungkin berbeda jaraknya.
Karena itu algoritma rout memegang peranan penting pada jaringan
point-to-point.
Pada
umumnya jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis
cendurung memakai broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar
menggunakan point-to-point.
Kriteria
alternatif untuk mengklasifikasikan jaringan adalah didasarkan pada
jaraknya. Tabel berikut ini menampilkan klasifikasi sistem multiprosesor
berdasarkan ukuran-ukuran fisiknya.
Jarak antar prosesor
|
Prosesor di tempat yang sama
|
Contoh
|
0,1 m
|
Papan rangkaian
|
Data flow machine
|
1 m
|
Sistem
|
Multicomputer
|
10 m
|
Ruangan
| |
100 m
|
Gedung
|
Local Area Network
|
1 km
|
Kampus
| |
10 km
|
Kota
|
Metropolitan Area Network
|
100 km
|
Negara
|
Wide area Network
|
1.000 km
|
Benua
| |
10.000 km
|
Planet
|
The Internet
|
Tabel 1.1 Klasifikasi prosesor interkoneksi berdasarkan jarak
Dari
tabel di atas terlihat pada bagian paling atas adalah dataflow
machine, komputer-komputer yang sangat paralel yang memiliki beberapa
unit fungsi yang semuanya bekerja untuk program yang sama. Kemudian
multicomputer, sistem yang berkomunikasi dengan cara mengirim
pesan-pesannya melalui bus pendek dan sangat cepat. Setelah kelas
multicomputer adalah jaringan sejati, komputer-komputer yang
bekomunikasi dengan cara bertukar data/pesan melalui kabel yang lebih
panjang. Jaringan seperti ini dapat dibagi menjadi local area network
(LAN), metropolitan area network (MAN), dan wide area network (WAN).
Akhirnya, koneksi antara dua jaringan atau lebih disebut internetwork.
Internet merupakan salah satu contoh yang terkenal dari suatu
internetwork.
1.2.1 Local Area Network
Local
Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah
gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN
seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan
workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai
bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar
informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan
tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.
LAN
mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada
keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan
mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk
menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen
jaringan.
LAN
seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN
tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega
bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai
faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada
kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.
Gambar 1.1 Dua jenis jaringan broadcast. (a) Bus. (b) Ring
Terdapat
beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar
1.1 menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada
jaringan bus (yaitu kabel liner), pada suatu saat sebuah mesin
bertindak sebagai master dan diijinkan untuk mengirim paket.
Mesin-mesin lainnya perlu menahan diri untuk tidak mengirimkan apapun.
Maka untuk mencegah terjadinya konflik, ketika dua mesin atau lebih
ingin mengirikan secara bersamaan, maka mekanisme pengatur diperlukan.
Me4kanisme pengatur dapat berbentuk tersentralisasi atau terdistribusi.
IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet merupakan jaringan broadcast
bus dengan pengendali terdesentralisasi yang beroperasi pada kecepatan
10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet dapat mengirim kapan
saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka
masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak
sebelum mengulangi lagi pengiriman.
Sistem
broadcast yang lain adalah ring, pada topologi ini setiap bit dikirim
ke daerah sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima. Biasanya
setiap bit mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk
mengirimkan beberapa bit, bahkan seringkali sebelum paket lengkap
dikirim seluruhnya. Seperti sistem broadcast lainnya, beberapa aturan
harus dipenuhi untuk mengendalikan access simultan ke ring. IEEE 802.5
(token ring) merupakan LAN ring yang populer yang beroperasi pada
kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.
Berdasarkan
alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi dua, yaitu
statik dan dinamik. Jenis al;okasi statik dapat dibagi berdasarkan waktu
interval-interval diskrit dan algoritma round robin, yang mengijinkan
setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah
diterima. Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila
sebuah mesin tidak punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot
alokasinya diterima. Karena itu sebagian besar sistem cenderung
mengalokasi channel-nya secara dinamik (yaitu berdasarkan kebutuhan).
Metoda
alokasi dinamik bagi suatu channel dapat tersentralisasi ataupun
terdesentralisasi. Pada metoda alokasi channel tersentralisasi terdapat
sebuah entity tunggal, misalnya unit bus pengatur, yang menentukan siapa
giliran berikutnya. Pengiriman paket ini bisa dilakukan setelah
menerima giliran dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma
internal. Pada metoda aloksi channel terdesentralisasi, tidak terdapat
entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya sendiri
kapan bisa atau tidaknya mengirim.
1.2.2 Metropolitan Area Network
Metropolitan
Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran
lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN
dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat
dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya
mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan
jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buiah kabel
dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur
paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat
rancangan menjadi lebih sederhana.
Alasan
utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya
standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang diimplementasikan.
Standart tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6
menurut standart IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel unidirectional
dimana semua komputer dihubungkan, seperti ditunjukkan pada gambar 1.2.
Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai aktivitas
transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan
pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri
menggunakan bus yang berada di bawah.
1.2.3 Wide Area Network
Wide
Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, sertingkali
mencakup sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang
bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi.
Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut
mesin-mesin
ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan
dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau
cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke
host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan
dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni
sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan
jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.
Pada
sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel
transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit,
channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin
lainnya.
Element
switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua
kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element
switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan
tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan
komputer seperti ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching
node, intermidiate system, data switching exchange dan sebagainya.

Gambar 1.4 Hubungan antara host-host dengan subnet
Sebagai
istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan istilah
router. Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus
dalam penggunaan terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan
oleh gambar 1.4 setiap host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat
sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan tertentu sebuah host
dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan saluran komunikasi
dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet.
Istilah
subnet sangat penting, tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan
router-router dan saluran-sakuran komunikasi yang memindahkan paket dari
host host tujuan. Akan tatapi, beberpa tahun kemudian subnet
mendapatkan arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan jaringan.
Pada
sebagian besar WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau
saluran telepon yang menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang
tidak mengandung kabel yang sama akan melakukan komunikasi, keduanya
harus berkomunikasi secara tak langsung melalui router lainnya. ketika
sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router lainnya melalui
router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router dalam
keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan
kemudian baru diteruskan.

Gambar 1.5 bebarapa topologi subnet untuk poin-to-point .
(a)Bintang (b)Cincin (c)Pohon (d)Lengkap (e) Cincin berinteraksi (f)Sembarang.
Subnet
yang mengandung prinsip seperti ini disebut subnet point-to-point,
store-and-forward, atau packet-switched. Hampir semua WAN (kecuali yang
menggunakan satelit) memiliki subnet store-and-forward.
Di
dalam menggunakan subnet point-to-point, masalah rancangan yang penting
adalah pemilihan jenis topologi interkoneksi router. Gambar 1.5
menjelaskan beberapa kemungkinan topologi. LAN biasanya berbentuk
topologi simetris, sebaliknya WAN umumnya bertopologi tak menentu.
1.2.4 Jaringan Tanpa Kabel
Komputer
mobile seperti komputer notebook dan personal digital assistant (PDA),
merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya.
Banyak pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki
mesin-mesin desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena
koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat
terbang, maka banyak yang tertarik untuk memiliki komputer dengan
jaringan tanpa kabel ini.
Jaringan
tanpa kabel mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah
kantor portable. Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin
menggunakan peralatan elektronik portable-nya untuk mengirim atau
menerima telepon, fax, e-mail, membaca fail jarak jauh login ke mesin
jarak jauh, dan sebagainya dan juga ingin melakukan hal-hal tersebut
dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan tanpa kabel sangat bermanfaat
untuk mengatasi masalah-masalah di atas.
Wireless
|
Mobile
|
Aplikasi
|
Tidak
|
Tidak
|
Worksation tetap di kantor
|
Tidak
|
Ya
|
Komputer portable terhubung ke len telepon
|
Ya
|
Tidak
|
LAN dengan komunikasi wireless
|
Ya
|
Ya
|
Kantor portable, PDA untuk persediaan
|
Tabel 1.2 Kombinasi jaringan tanpa kabel dan komputasi mobile
Walaupun
jaringan tanpa kabel dan sistem komputasi yang dapat berpindah-pindah
sering kali berkaitan erat, sebenarnya tidaklah sama, seperti yang
tampak pada tabel 1.2. Komputer portabel kadang-kadang menggunakan kabel
juga, yaitu disaat seseorang yang sedang dalam perjalanan menyambungkan
komputer portable-nya ke jack telepon di sebuah hotel, maka kita
mempunyai mobilitas yang bukan jaringan tanpa kabel. Sebaliknya, ada
juga komputer-komputer yang menggunakan jaringan tanpa kabel tetapi
bukan portabel, hal ini dapat terjadi disaat komputer-komputer tersebut
terhubung pada LAN yang menggunakan fasilitas komunikasi wireless
(radio).
Meskipun
jaringan tanpa kabel ini cukup mudah untuk di pasang, tetapi jaringan
macam ini memiliki banyak kekurangan. Biasanya jaringan tanpa kabel
mempunyai kemampuan 1-2 Mbps, yang mana jauh lebih rendah dibandingkan
dengan jaringan berkabel. Laju kesalahan juga sering kali lebih besar,
dan transmisi dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama
lain.
1.4 Referensi
1. Tanenbaum, AS, Computer Networks, Prentise Hall, 1996
2. Stallings, W. Data and Computer Communications, Macmillan Publishing Company, 1985.
3. Stallings, W. Local Network, Macmillan Publishing Company, 1985.
Langganan:
Postingan (Atom)